Interaksi Sosial dan Status

Interaksi sosial tidak saja mempunyai korelasi dengan norma-norma, akan tetapi juga dengan status dalam arti bahwa status memberi bentuk atau pola interaksi. Status dikonsepsikan sebagai posisi seseorang dalam suatu kelompok. Seperti yang telah dijelaskan bahwa status memberi bentuk atau pola dalam interaksi, gejala ini sangat terlihat misalnya hubungan antara orangtua dengan orang yang lebih muda, atau hubungan antara tuan tanah dengan penggarap, dan sebagainya. Status dapat dinyatakan bahwa di dalam masyarakat ada orang-orang yang berkedudukan tinggi, menengah bahkan berkedudukan rendah.

Kedudukan atau status seseorang ada yang diperoleh sejak lahir yang disebut ascribed status, misalnya, gelar bangsawan. Ada yang diperoleh melalui perjuangan atau prestasi yang disebut achieved status misalnya, guru, dokter, manager, dan sebagainya. Ada pula yang diperoleh melalui pemberian atas dasar jasa yang telah diberikan kepada masyarakat disebut assigned status misalnya, pahlawan reformasi, duta kesehatan, dan sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s