PUISI

Aku menghabisakan waktu untuk mengenalmu

Aku mencari setiap ketiadaan dicela senyum tangismu

Membicarakan setiap pikiran dari jendela pikirku

Ada hari kebijaksanaan dan senyum palsu

Ada perbincangan dari sudut kamar depan rumahmu

Setelah embun tak mau turun dan membasahi jemari

Hujan hari ini dan sendiri berlalu

Hari telah berbeda dan tak ada lagi suara yang biasa

Saling sembunyi, berlari, menganggap semua ini harus terjadi

Bahkan hari ini setiap besar kecilnya langit masih menutupi

Meninggalkan semua bukan jawaban bukan penantian

Bukan hari ini bukan sekarang mungkin akan datang

Seseorang yang jauh berbeda dari tempat asalnya

Akan menciptakan doa dari pohon tak bertuan

Tubuh tidak berdindingkan kewarasan

Namun tak ada jiwa yang mencetuskan keinginan

Ada kota yang menghabiskan malam dengan kesepian disudutnya

Ada kota yang menghadirkan kemerlap malam dengan sajian bintang-bintang diangkasa

Tapi ku ingin menghabiskan setiap hariku bersamamu

Hingga benar-benar aku merasakan kau tak ada lagi disampingku

Banyak cara mengenalmu, tidak dengan hati, akan membuatku sakit hati

Tidak juga dengan cinta, membuatku terluka

Maka biarkan ku mengenalmu dengan biasa

Agar aku tidak mengerti apa itu sakit hati dan terluka

Jalan hidupmu hidupku menelan kenangan perlahan

Sampaikan salam ini bila dibaik pagar tak mampu lagi menahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s