Tes Interaksi Sosial

Essay…

  1. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Dan mengapa interaksi sosial menjadi faktor utama dalam kehidupan sosial? Jelaskan!
  2. Sebut dan jelaskan bentuk-bentuk interaksi sosial! Berikan contoh!
  3. Bagaimana hubungan antara interaksi sosial dan status?
  4. Apa yang kalian ketahui tentang interaksi sosial dalam membentuk keteraturan sosial?
  5. Menurut kalian upaya apa yang seharusnya dilakukan untuk menciptakan keteraturan sosial? Dan bagaimana caranya meminimalisir adanya kondisi ketidakteraturan sosial

Diskusikan…

  1. Coba kalian cari tahu alasan orang-orang melakukan konversi! Bisa di lingkungan sekitar (rumah, sekolah)!

  2. Carilah contoh-contoh keteraturan dan ketidakteraturan yang terjadi di lingkungan sekitarmu!

  3. Coba kalian jelaskan polemik keistimewaan Yogyakarta, termasuk unsur dinamika apa? Serta berikan alasannya!

 

_Selamat Mengerjakan_

^_^

Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

Dinamika berarti tingkah laku warga yang satu secara langsung mempengaruhi warga yang lain secara timbal balik. Jadi dinamika berarti adanya interaksi dan interdependensi antara individu yang satu dengan individu yang lain secara timbal balik dan antara anggota kelompok secara keseluruhan.

Oleh karena itu, setiap individu dan masyarakat pada umumnya bersifat dinamis, artinya setiap saat masyarakat yang bersangkutan dapat berubah. Begitu pula dengan adanya interaksi sosial menyebabkan perubahan dalam kehidupan sosial. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh gerakan-gerakan sosial dari individu dan kelompok sosial yang menjadi bagian dari masyarakat. Karena tidak ada masyarakat yang stagnan semua pasti akan mengalam perubahan, baik itu perubahan secara cepat maupun secara lambat. Cepat atau lambatnya suatu perubahan dipengaruhi oleh faktor-faktor atau unsur dinamika dan unsur statistik dalam masyarakat.

Unsur dinamika adalah unsur-unsur yang menghendaki adanya perubahan. Seperti orang yang biasa-biasa saja mencoba keberuntungannya dengan menampilkan kelebihannya di dunia maya (internet-youtobe) untuk mengubah nasib. Sedangkan unsur statistik adalah unsur yang menghambat terjadinya suatu perubahan, dikarenakan telah berada pada keadaan yang nyaman dan takutnya akan mengganggu keseimbangan sistem sosial. Sebagai contoh, penolakan para pedagang kaki lima di pinggiran jalan yang akan ditertibkan dengan dibuatkannya ruko jualan, dengan alasan takut kehilangan pelanggan dan sudah merasa nyaman.

Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dinamika sosial, sebagai berikut: Continue reading

Interaksi Sosial dan Pola Keteraturan

Dalam kehidupannya, manusia memerlukan pengaturan tata hubungan, sehingga manusia itu dapat hidup dalam suatu suasana yang harmonis. Hal tersebut ditujukan pada pentingnya norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma-norma itu dapat dipandang sebagai suatu standar atau skala yang terdiri dari berbagai kategori perilaku yang berisikan suatu keharusan, larangan maupun kebolehan. Maka sudah sewajarnya apabila dalam interaksi dilakukan atas dasar norma-norma itu, artinya bahwa norma-norma itu dikolaborasikan di dalam interaksi social.

Nilai dan norma ini akan menjadi dasar dari pembentukan pola pergaulan. Perilaku yang baik akan dipertahankan dan bahkan dapat dijadikan sebagai kebiasaan. Sedangkan perilaku yang buruk akan dihindari. Jika hal itu sudah membudaya dalam masyarakat, maka pola pergaulan tersebut akan menjadi pedoman dalam masyarakat, pedoman itulah yang dinamakan dengan norma. Melalui norma dan nilai inilah masyarakat dapat mengatur kehidupannya dalam sebuah sistem sosial. Norma dan nilai akan menjadi pedoman perilaku warga masyarakat untuk menciptakan keteraturan sosial.

Keteraturan sosial akan tercipta dalam masyarakat apabila:

  1. Terdapat sistem nilai dan norma yang jelas sehingga tidak menimbulkan kekacauan norma (anomie)
  2. Individu kelompok dalam masyarakat memahami nilai dan norma yang berlaku
  3. Individu atau kelompok menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan norma yang berlaku di masyarakat
  4. Berfungsinya sistem pengendalian sosial (social control)

Secara umum terdapat beberapa bentuk interaksi yang mampu membentuk keteraturan sosial antara lain: Continue reading

Interaksi Sosial dan Norma-Norma Sosial

Dalam setiap kehidupan, semua masyarakat pasti akan melakukan interaksi sosial yang nantinya dari interaksi tersebut akan menghasilkan sesuatu yang disepakati oleh masyarakat, sesuatu itu adalah norma yang nantinya akan menjadi pedoman dalam mereka berinteraksi. Norma sebagai pedoman dalam bertingkah laku dan setiap tingkah laku memiliki perbedaan sehingga cara berinteraksinya pun akan berbeda. Oleh sebab itu, perlunya beradaptasi dengan lingkungan sekitar kalian untuk berinteraksi.

Namun, interaksi tidak hanya berkolaborasi dengan norma saja melainkan dengan nilai sosial pula. Nilai sosial merupakan tolok ukur untuk menilai mana yang baik atau burk dan mana yang pantas dan tidak. Ketika suatu tindakan itu bersifat baik menurut masyarakat dan proses interaksi pun berjalan terus menerus maka akan menimbulkan pola-pola tertentu yang disebut dengan cara atau usage. Dan berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan yang disebut dengan folkways. Apabila kebiasaan tersebut diakui serta diterima oleh masyarakat maka akan dijadikan sebagai tata kelakuan atau mores.

Interaksi Sosial dan Status

Interaksi sosial tidak saja mempunyai korelasi dengan norma-norma, akan tetapi juga dengan status dalam arti bahwa status memberi bentuk atau pola interaksi. Status dikonsepsikan sebagai posisi seseorang dalam suatu kelompok. Seperti yang telah dijelaskan bahwa status memberi bentuk atau pola dalam interaksi, gejala ini sangat terlihat misalnya hubungan antara orangtua dengan orang yang lebih muda, atau hubungan antara tuan tanah dengan penggarap, dan sebagainya. Status dapat dinyatakan bahwa di dalam masyarakat ada orang-orang yang berkedudukan tinggi, menengah bahkan berkedudukan rendah.

Kedudukan atau status seseorang ada yang diperoleh sejak lahir yang disebut ascribed status, misalnya, gelar bangsawan. Ada yang diperoleh melalui perjuangan atau prestasi yang disebut achieved status misalnya, guru, dokter, manager, dan sebagainya. Ada pula yang diperoleh melalui pemberian atas dasar jasa yang telah diberikan kepada masyarakat disebut assigned status misalnya, pahlawan reformasi, duta kesehatan, dan sebagainya.

Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial, tidak akan terbentuk suatu kehidupan bersama. Interaksi sosial baru bisa terjadi ketika ada orang atau sekumpulan orang bekerja sama, berbicara, saling mendukung satu sama lain untuk suatu tujuan bersama. Jadi, interaksi sosial adalah hubungan sosial antar individu, kelompok dengan individu maupun antar kelompok secara dinamis dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

Syarat Terbentuknya Interaksi Sosial

1. Kontak social

Merupakan aksi dari individu atau kelompok dan mempunyai makna bagi pelakunya, yang kemudian ditangkap oleh individu atau kelompok lain. Kontak social dapat terjadi secara langsung yang disebut primer seperti melalui pembicaraan, gerakan isyarat. Dan dapat pula terjadi secara tidak langsung seperti melalui tulisan atau bentuk-bentuk dari komunikasi jauh (sms, faksimile).

2. Komunikasi social

Komunikasi dapat terjadi setelah kontak berlangsung. Terjadinya kontak belum tentu telah ada komunikasi. Oleh karena itu, komunikasi timbul apabila seseorang telah memberikan jawaban yang merupakan hasil kontak yang telah dilakukan. Dengan jawaban tersebut, kemudian seseorang mewujudkan perilaku dan perilaku itu merupakan reaksi terhadap perasaan yang inigin disampaikan pada orang lain.

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa interaksi dapat berlangsung apabila:

  1. Jumlah pelaku interaksi social lebih dari seorang, bisa dua atau lebih.
  2. Adanya komunikasi antara para pelaku dengan menggunakan symbol-simbol.
  3. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang, yang menentukan sifat dan aksi yang sedang berlangsung.
  4. Adanya tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh orang-orang yang saling berinteraksi.


Faktor-Faktor yang Berpengaruh Dalam Interaksi Sosial Continue reading